Dolan Ngidul

Tidak seperti biasanya Jogya – Bantul hari ini  ditempuh si tho selama 2 jam dengan sepeda Hartog  pak dene … atau karena si tho tadi singgah ke Prawirotaman tempat warungnya mbah Geno…..

Biasa sitho suka lewat plengkung nggading  mampir Pugeran trus ngidul jejeg …. tapi gitulah si tho  seneng mampir mampir.

Dan  Benere  sitho  ngampiri  Mie godok nya di  simbah Geno …… dan Jam 11 .oo sito sampe dirumah mas Guru di belakang Pasar Bantul………

Lepas luhur sitho pamit mau ke Mangiran ..tapi sekalian titip speda sitho mau jalan kaki saja……..

Mas Guru gumun ” Gus …mbok nitih speda mawon mangke sayah menawi mlampah …kok nganeh anehi tho njenengan ….”

” Terima kasih mas  Guru  saya cuma mau nglatih kaki napak tilase ibu “….

Maka sitho mulai melangkahkan kaki nglenggang kakung lawalata ke arah Pal Bapang , untung cuaca mendung …….

Di ikutinya arah jalan menuju Ke Srandakan…dipinggir jalan itu si tho jalan dan hanya berjalan tanpa menghiraukan panas dan dingin cuaca ..berjalan sambil sesekali melirik soara klontongan grobak sapi yang lagi narik muatan batu bata …… sesekali ada juga dokar lewat………………….

Tiba tiba mata sitho tertegun melihat kuburan yang ada ditengah sawah ..diambilnya pinsil dan notes lalu diskets kaya kartonis ……………………

Indah….seandainya sawah ini adalah lautan maka komplek makam itu adalah sebuah pulau yg dipenuhi nyiur……. melambai lambai nyiur di pantai………. tempat yg seram ternyata indah di hati sitho….

Si tho lalu mengampiri  seorang petani yang lagi berjalan di galengan ,

” Pak , ndherek tanglet niku sareanipun sinten ( itu makam siapa pak  )?”

” O, niku sareanipun Asmorondono ,…. bade nyekar nopo Gus..?

” tidak pak trimakasih “, ….. ternyata makam Asmorondono ..

Si tho menandai gambar coretnya….sambil terus berjalan ……………….

Adzan ….asar terdengar ditabuh dari kampung sebelah , si tho tertegun pada tulisan di pojok gang deket pagar tembok satu rumah …Ke Gunturan – Megan………

Tak ada orang ditanya maka si tho membelokkan langkah mengikuti arah panah menuju dukuh Guntur …..lha mampir kemana lagi iini kaki sitho…

This entry was posted in Lelakon. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s