Titen

TITEN : pada dasarnya adalah bahasa jawi ( Titen-titeni-niteni ).
Dlm bahasa indonesia ada 2 kata yang terdekat yaitu :

Cermat – mencermati ( camkan -mencamkan ).

Bahwa ilmu ini sangat tua setua usia manusia didunia , jika anda bertanya kenapa sy merujuk al Qur’an sebagai driver …hal itu karena kesepakatan bahwa kitab DIA untuk manusia yang paling mutakhir adalah al Qur’an.

TITEN telah diberikan oleh DIA YANG MAHA PENCIPTA kepada manusia sejak mula Nabi Adam as.

Banyak kalangan menganggap hal ini bid’ad …

jawaban gampangnya  :
Orang yg hanya taklik guru dan mengidolakan satu nabilah yg paling sering terjebak bid’ah ria ( pamer kata bid’ah ).
Namun sesungguhnya mereka golongan yg belum mengerti adanya kenabian ‘

Perletakan dasar ilmu Titen “.

Pertama kali turunnya Ilmu Titen tersurat dlm al Qur’an ,sebagai bukti bahwa DIA mengajari ADAM ilmu TITEN :

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!” ( QS. Al Baqarah 031 ).

Atas pelajaran itu maka Adam manekung , mengening cipta dan mencamkan atas apa yang telah sampai pada dirinya dari Dia Yang Maha Mengetahui lagi Maha Suci.

Ketika diketahui Adam telah menguasai ( Niteni ) Pelajaran tersebut maka tibalah saatnya untuk di uji dihadapan mahluk lain yaitu para malaikat.
Dan ternyata Adam telah menghatamkan ujian dengan benar hal itu tersurat dalam ayat al qur’an berikut ini :

Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.”
Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan ?” ( QS al Baqarah 036 )

TITEN adalah membaca tanda yang telah ada dialam semesta DIA YANG MAHA SUCI telah jadikan AL Qur’an sebagai Panduan semesta,

“TITEN” tersirat dlm QS Al-Baqarah:164:

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

ALLLOH mengajarkan TITEN pada NabiNya :

Berkata Zakariya: “Berilah aku suatu tanda (bahwa isteriku telah mengandung)”. Allah berfirman: “Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari”. QS Ali Imron 041.

Jadi poso bisu atau Mbisu pernah diajarkan Allloh swt kepada nabinya….. jadi tidak benarlah vonis laku mbisu itu syirik …,

“Camkan dengan Hati dan Akal jernih” maka TITEN akan didapati ,……..

TITEN atau membaca tanda adalah ilmu HIKMAH yang tinggi sebagaimana ayat berikut :

Allah menganugerahkan al hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). QS 2 : 269

Berkaitan dengan “Titen” kadang seseorang diminta puasa ngalong , jika anda bertanya tentang ngalong atau perilaku makan buah ……jawabnya sbb :

QS Al Baqarah : 058
Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: “Masuklah kamu ke negeri ini (Baitul Maqdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak dimana yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud , dan katakanlah: “Bebaskanlah kami dari dosa”, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu, dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik”.

QS al An’am 141 :

Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.

Puasa ngrowot adalah hanya makan buah tanaman yg terletak
Puasa ngalong adalah hanya makan buah yang terjunjung mis,kurma,pepaya,mangga

TITEN  disini tidak sama dengan Nujum atau Meramal nasib ini dan itu , mohon jangan salah tafsir tentang TITEN  yang ini.

Pembeda Titen dng yang lainnya :

1. TITEN adalah Pelajaran dari Allloh SWT   untuk mengenali kebenaran dan kebesaran DIA YANG MAHA SUCI , sebagai sarana bagi pelaksanaan pesan wasiat yang berbunyi ”  AKU adalah Perbendaharaan yang tersembunyi lalu kujadikan Engkau untuk mengenal AKU “.

2. TITEN diajarkan kepada sesama manusia oleh nabi dan rosul serta para aulia atau orang yang mendapat amanah dari Nya , pewaris atau pemegang amanah hanya dapat membimbing orang lain atas perintah atau petunjuk dari DIA YANG MAHA KUASA.

3. TITEN pada keadaan sebenarnya adalah dari dan untuk DIA YANG MAHA.

Beda Titen dengan Nujum atau Ramalan / astrologie.

Nujum , Meramal – Astrologie : adalah menggunakan suatu yang telah diciptakan oleh DIA YANG MAHA PENCIPTA  sebagai sarana menghitung atau memperhitung suatu keadaan atau hal yang berhubungan dengan keduniaan.

Pelajaran Nujum , meramal dapat diperoleh dari para ahlinya termasuk bangsa jin dan syaitan.

Bagaimana dengan NITENI ( Menandai ) ….?

Niteni adalah hasil dari seseorang yang telah hafal dengan fenomena alam, hasil ini kemudian menjadi pelajaran bagi dirinya dan orang terdekatnya , selanjutnya oleh para penerusnya pelajaran itu ada yang dicatat dan dibukukan menjadi buku referensi menyikapi fenomena alam dan  untuk menghindari dampak negatif yang timbul setelah kejadiannya.

Catatan atau buku hasil ” NITENI ” banyak beredar dan dipasarkan , sayangnya hal tersebut sekarang justru telah  diplesetkan menjadi Kitab Ramalan .

Nah jelas bagi sitho TITEN dan NITENI itu sangat berbeda dengan Nujum dan Meramal – Astrologie  yang terlarang dalam agama.

Wallohus salam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s